This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Selasa, 08 Desember 2020

CARA MENGATASI SAKIT GIGI

 CARA MENGATASI SAKIT GIGI DI MUSIM HUJAN



    Hallo guys, pasti diantara kalian sering mengalami gigi linu atau senut-senut saat musim hujan tiba. Nahh, kalo masalah sakit gigi mucul saat musim hujan tiba, etmin ada cara nih sedikit biar bisa ngurangin rasa sakitnya

1. Kumur Air garam



    "Kok air garam, maksutnya gimana min??" 
Gini guys, kalo sakitnya muncul pas tengah malem gada obat sama sekali, bisa dicoba nih pake cara ini. Caranya, yang jelas harus ada garam dulu ya, untuk takarannya kurang lebih 1 sdm. Setelah itu, diseduh dengan air hangat . Kalo udah tinggal diaduk terus dikumur dibagian gigi yang terasa sakit/linu. di diemin sebentar sampai rasa linu berkurang sedikit, setelah itu buang deh air kumurnya. Gampang bukan ehee..
2. Minyak cengkeh ( eugenol )
    


Caranya, siapkan kapas dan minyak cengkeh. Kemudian, teteskan minyak cengkeh sedikit pada kapas yang telah dibentuk bulat sesuai dengan besar lubang pada gigi. Setelah itu, kapas yang sudah dioles minyak cengkeh bisa diletakkan di bagian luang gigi yang sakit.

 

3. Obat sakit gigi

Jika keluarga anda sering mengalami sakit gigi, berikut adalah obat yang bisa digunakan ketika sakit gigi tiba-tiba menyerang

a. Ibuprofen

Ibuprofen adalah obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS) yang biasa digunakan untuk obat sakit gigi. Ibuprofen bekerja dengan cara menghambat tubuh memproduksi senyawa yang menyebabkan peradangan, sehingga pembengkakan, rasa sakit, atau demam akibat sakit gigi dapat berkurang.

Dosis umum ibuprofen untuk orang dewasa adalah 1–2 tablet 200 mg setiap 4–6 jam sekali. Sebelum mengonsumsi ibuprofen, pastikan Anda sudah makan terlebih dahulu.

b. Naproxen

Naproxen juga merupakan obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS) yang umum digunakan untuk mengobati sakit gigi. Sama seperti ibuprofen, naproxen bekerja dengan cara mengurangi produksi senyawa penyebab peradangan. Dengan begitu, nyeri akibat sakit gigi dapat berkurang.

Karena efek penghilang rasa sakit naproxen lebih tahan lama daripada ibuprofen, Anda tidak perlu mengonsumsi naproxen sesering ibuprofen. Dosis umum naproxen untuk orang dewasa adalah 1–2 tablet 220 mg setiap 8–12 jam sekali. Ingat, jangan lupa untuk makan terlebih dahulu sebelum mengonsumsi obat sakit gigi ini.

c. Paracetamol

Paracetamol atau acetaminophen juga merupakan salah satu jenis obat yang banyak digunakan untuk meredakan sakit gigi, terlebih jika Anda memiliki alergi pada 2 obat di atas.

Dosis umum konsumsi paracetamol untuk orang dewasa adalah 1­–2 tablet 500 mg setiap 4–6 jam sekali. Anda bisa mengonsumsi paracetamol sebelum atau sesudah makan.

Beragam obat sakit gigi, baik yang alami maupun yang medis, bisa Anda gunakan untuk meredakan nyeri sebelum mendapatkan penanganan dari dokter gigi. Namun, jika menggunakan obat sakit gigi medis, patuhi dosis dan aturan pakai yang tertera pada kemasannya atau sesuai petunjuk dokter. 

info seputar obat sakit gigi di sini


    Gak cukup sampai rasa sakitnya hilang aja ya guys, kalo udah hilang sakitnya bukan berarti udah sembuh. Gigi dikataka sudah sembuh apabila sudah dilakukan perawatan di klinik gigi. So, kalo sudah sakit harus segera ditambal, daripada lubangnya tambah gede yakaaan. 

Sekian dari etmin, semoga bermanfaat ya guys. inget yaa kalo sakit gigi harus periksa, periksa dan periksa okeee ^.^ annyeong......

ADAPTASI DITENGAH PANDEMI

 ADAPTASI KLINIK GIGI DI TENGAH PANDEMI



Selama pandemi, klinik gigi telah tutup mulai dari bulan maret hingga juni 2020. Berdasarkan himbauan dari pemerintah mengenai klinik gigi yang sudah mulai boleh beroperasi pada bulan juli, maka kita harus siap untuk menghadapinya.

Untuk itu, maka hal-hal yang harus dipersiapkan untyuk mulai membuka klinik gigi adalah sebagai berikut :

 

1.       Changed of practice facilities

        Hal yang paling utama dalam melakukan Persiapan adalah dengan mengatur ruangan praktik sesuai dengan ketentuan yang ada. Ruangan praktik mula mengganti penggunaan air conditioner dengan menggunakan exhouse van. Serta menyediakan aerosol suction. Dalam penggunaan alat-alat ini harus berhati-hati.

 

2.       SOP Health Workers

Sebagai seorang tenaga medis, apalagi ditengah pandemi harus berhati-hati dan senantiasa mematuhi protocol yang ada. Protocol yang harus diikuti oleh tenaga medis dalam praktik pelayanan kesehatan gigi adalah dengan menyediakan APD seperti N-95 mask, surgical mask, double handscoon, gown, hazmat, cover head and shoe, dan google glass.

Dalam mengenakan dan melepaskan harus sesuai dengan prosedur yang ada. Berikut adalah

tata cara mengenakan APD :

Cuci tangan/menggunakan hand sanitizer – hazmat – masker – google glass – handscoon

 

Tata cara pelepasan APD :

Handscoon  – hazmat – google glass – masker – cuci tangan desinfektan

Selain itu yang harus diperhatikan oleh tenaga medis dalam menerima pasien yaitu:

a.       Pasien yang telah memiliki janji

b.      Menyiapkan ruang tunggu dengan menggunakan prinsip social distancing

c.       Di dalam ruangan menjaga jaga antara pasien dan dokter

d.      Pasien yang diterima tidak lebih dari 50%

 

3.       SOP Patient Care

Sebelum melakukan tindakan perawatan terhadap pasien berikut adalah hal-hal yang harus diperhatikan :

a.       Temperature ( mengecek suhu pasien sebelum tindakan)

b.      Mengecek riwayat perjalanan pasien

c.       Pemilihan kasus yang akan ditangani

d.      Mensterilisasikan ruangan dan alat setelah pergantian pasien

e.      Ketika pasien datang dalam keadaan batuk, beri oral medicine

f.        Melakukan rapid test atau test swab jika diperlukan

g.       Memberikan inform content kepada pasien untuk tindakan perawatn yang telah dilakukan

 

Tindakan yang dapat dilakukan: Extraction, Filling, dan Scalling

Diharapkan, setelah melalui pemaparan tersebut klinik gigi dapat melayani pasien kembali setelah mengalami masa lockdown.

PENGALAMAN PRAKTIK DI RSJ

 PRAKTIK KERJA LAPANGAN DI RSJ PROF. DR. SOEROJO MAGELANG

TAHUN 2019



1.      Praktik Di Poli Gigi

Pelaksanaan praktik di poli gigi di bagi  menjadi 2 yaitu:


a.       Praktik di Poli Gigi Rawat Jalan Terpadu



Poli Gigi di rawat jalan terpadu merupakan salah satu jenis pelayanan yang ada di RSJ Prof Dr. Soerojo Magelang. Jenis pelayanan kesehatan gigi yang diberikan meliputi tindakan penambalan gigi, pencabutan gigi, dan pembersihan karang gigi. Selain itu, terdapat pelayanan spesialistik yaitu perawatan orthodonsi. Di poli gigi RSJ Prof. Dr. Soerojo Magelang juga memberikan penyuluhan kepada pasien mengenai pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut sebagai bagian dari menjaga kesehatan pribadi serta meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat dalam bidang kesehatan gigi dan mulut.

Jenis kegiatan yang dilakukan :

§  Menyiapkan Dental Unit

§  Menyiapkan alat dan bahan yang diperlukan

§  Melakukan assessment terhadap pasien

§  Membantu operator mengambil alat dan bahan saat perawatan

§  Mambantu asisten operator pada saat melakukan tindakan perawatan

§  Memberikan instruksi pasca tindakan kepada pasien

§  Melakukan penyuluhan tentang kesehatan gigi kepada pasien

§  Melakukan desinfeksi dan sterilisasi alat

§  Maintenance alat

a)   Mendata alat yang akan dikirim ke unit sterilisasi

b)   Mengecek kembali alat yang telah di sterilisasi dari unit sterilisasi

c)   Mengeluarkan alat yang telah lama tersimpan agar bisa digunakan tidak melebehi waktu tenggang yang tertera di label sterilisasi

d)  Menyimpan alat pada lemar penyimpanan


b.      Praktik di Poli Gigi IKESWAR




            Sama seperti poli gigi rawat jalan, hanya saja tempat dan sasarannya yang berbeda. Jika poli gigi rawat jalan di tujukan untuk pasien umum, di poli gigi ini menyedikan 2 jenis pelayanan yaitu pelayanan pemeriksaan gigi untuk pasien rawat inap jiwa serta pelayanan pemeriksaan gigi untuk anak dan remaja. Akan tetapi, pada kenyataannya untuk praktik di poli gigi IKESWAR lebih sering melakukan pelayanan terhadap anak – anak berkebutuhan khusus. Untuk pelayanan yg di berikan sama seperti penambalan, pencabutan, dan pembersihan  karang gigi. Selain itu, di Poli gigi ikeswar ini juga melakukan tindakan penyuluhan terhadap pasien yang ada di ruang tunggu. Untuk jenis kegiatan yang di lakukan sama seperti poli gigi rawat jalan.

 

2.      Praktik Di Bangsal Rawat Inap Jiwa

      Selain praktik di poli gigi, salah satu target yang harus terpenuhi adalah praktik di bangsal. Untuk praktik di bangsal dilakukan di bangsal rawat inap jiwa. Jenis kegiatan yang dilakukan meliputi :

·         Melakukan pemeriksaan rutin (screening)

·         Melakukan asuhan individu kepada pasien rawat inap

·         Melakukan tindakan promotif seperti penyuluhan

·         Melakukan tindakan preventif seperti scalling

 

3.      Praktik di Unit Sterilisasi (CSSD)



      Unit sterilisasi merupakan tempat dilakukannya sterilisasi alat dari berbagai tempat di rumah sakit. Untuk tempat penyeterilan di RSJ Prof Dr. Soerojo belum sepenuhnya tersentral karena tempat penyucian linen dan penyeterilan alat terpisah. Kegiatan yang biasa dilakukan di ruang ini yaitu :

a.       Pengendalian infeksi silang terhadap alat – alat yang akan di sterilkan

b.      Pengepakan alat – alat yang akan disterilkan

c.       Pelabelan alat – alat yang akan disterilkan

d.      Pengesetan linen

e.       Pengoperasian alat sterilisasi

f.       Penyimpanan alat sebelum didistribusikan

Gigi Berlubang

 





 

Gigi berlubang merupakan kondisi dimana rusaknya bagian anatomis pada permukaan gigi. Kondisi ini dapat menyebabkan penderita merasakan ngilu pada bagian gigi yang berlubang. Biasanya banyak orang yang tak menyadari munculnya lubang pada gigi. Mereka baru akan menyadari ketika kondisi lubang sudah besar atau merasakan ngilu pada bagian gigi yang berlubang.

Gigi berlubang atau karies dapat terjadi akibat dari menumpuknya plak pada gigi yang tidak langsung dibersihkan. Plak yang tidak dibersihkan ini akan bereaksi bersama bakteri streptococcus yang ada pada mulut yang mengakibatkan mulut dalam kondisi asam. Ketika rongga mulut dalam kondisi asam, maka lapisan email pada gigi perlahan – lahan akan mulai mengikis. Hal ini yang kemudian dapat menyebabkan gigi menjadi berlubang.

Tahukah kalian? Bahwa gigi yang berlubang tidak dapat diatasi dengan mengkonsumsi obat ataupun ramuan tradisional saja. Obat atau ramuan tradisional hanya bersifat untuk mengurangi rasa sakit pada gigi. Ketika reaksinya sudah tidak ada, maka gigi akan merasakan sakit lagi. Obat atau ramuan tradisional hanya bersifat sementara. Untuk mengatasinya perlu dilakukan tindakan perawatan pada gigi yang berlubang.

untuk mencegah masalah tersebut bisa baca di sini

PROFILE

ANNYEONG YEOROBUN....




    Hello guys, kenalan dulu yuk sama aku ihiiw. Namaku Takhafatul Falasifa, kalo ditanya nama panggilan suka bingung karena banyak banget nama panggilanku . sebenernya nama panggilanku ada 2 jenis sih yang pertama versi di rumah sama versi di kampus. Kalo di rumah biasanya lebih sering dipanggil "Fatul", terus bedanya apa dong sama dikampus? Kalo di kampus agak kece dikit jadi dipanggilnya "Takha". Meskipun gitu, beberapa temen juga punya panggilan khusus yang unik buat aku juga lhoo....
        Oh ya guys, untuk saat ini aku masih jadi mahasiswa aktif di Poltekkes Kemenkes Semarang. Di sana aku ambil Jurusan Keperawatan Gigi prodi D IV. Sekarang aku udah masuk di semester 7 alias semester tua guys huhu, doain biar lancar ngerjain tugas akhirnya ya guys.
 
Untuk lebih lengkapnya berikut biodata dari aku :

Nama    : Takhafatul Falasifa

TTL         : Pekalongan, 23 Maret 1999

Alamat : Dk. Pejaten Ds. Tosaran 02/02 Kedungwuni Pekalongan

Hobi       : (Bisa klik di sini )

Riwayat Pendidikan :

a.       2005 – 2011 ( SD N Tosaran)

b.      2011 – 2014 ( SMPN 1 Kedungwuni)

c.       2014 – 2017 ( SMAN 1 Kedungwuni)

d.      2017 – sekarang ( DIV Keperawatan Gigi)

ok   Pengalaman Organisasi :

se    a. Sebagai wakil ketua Dema DIV JKG 2017

        b. Sebagai ketua Dema DIV JKG 2018





a.

            Mengenai blog ini, nantinya saya akan share tentang kesehatan gigi dan mulut serta kegiatan random yang saya lakukan. Jadi, jangan lupa pantau blog ini terus ya guys. Hope you enjoy with this blog ^.^










 

HOBBY

 MY HOBBY


    Jujur saja saya bingung kalo ditanya mengenai hobby, karena saya bukan termasuk orang yang intense melakukan kegiatan tertentu. Tapi disini saya coba untuk membagikan sedikit kegiatan random yang saya sukai.

1. Menulis Puisi

    Saya tidak terlalu rutin untuk membuat puisi, tapi beberapa saat kadang saya menulis random yang saya anggap seperti puisi, salah satu karya yang pernah saya tulis sebagai berikut :

  

Harapku

oleh Takhafatul

 

Harapku padamu masih terus menggebu

Harapku padamu tak akan pernah layu

Aku mengharapkanmu

Melewati batas anganku

Meskipun kita tak pernah saling bertemu

2. Menonton Drama

    Hobi ini sepertinya banyak orang yang menyukainya termasuk saya. Drama yang paling sering saya tonton adalah drama korea, karena menurut saya jalan ceritanya yang kompleks dan tentu saja pemainnya yang enak dipandang mata ehee. Genre yang saya sukai adalah thriller, tapi kadang saya juga menonton genre lain seperti romance dan comedy. Nah buat kalian yang suka drama thriller ada beberapa rekomendasi yang cocok buat kalian nih :

a. Born Again

b. Flower Of Evil

c. Kairos 



3. Mendengarkan Musik

    untuk hobby yang satu ini jelas tidak asing ya, tapi bagi saya musik itu tidak semua orang mempunyai selera yang sama. Untuk selera musik saya sering mendengarkan lagu-lagu karya dari YG Entertainment, seperti musik dari Bigbang, iKON, Treasure, Blackpink, DLL. berikut adalah rekomendasi lagu yang menurut saya cocok dengan suasana musim hujan saat ini.

a. Treasure - Orange


b. iKON - Dive

c. Bigbang - Let's Not Fall in Love




Jumat, 06 November 2020

LAPORAN PKL

 LAPORAN KEGIATAN PKL

    Setelah dilaksanakan kegiatan PKL di lingkungan masyarakat sekitar, tahap selanjutnya adalah penyusunan laporan. berikut adalah laporan terkait kegiatan yang telah dilaksanakan.


LAPORAN

KEGIATAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT

DI DESA TOSARAN

MATA KULIAH UPAYA KESEHATAN  BERSUMBER MASYARAKAT

 

Di Wilayah Desa Tosaran 02/02 Kecamatan Kedungwuni Kabupaten Pekalongan

 

Tanggal pelaksanaan 28 September S/D 6 November 2020

 

 

Dosen pembimbing: Irmanita Wiradona, S.Si.T, M.Kes

 

 

 



 

Disusun Oleh :

Takhafatul Falasifa

(P1337425217049)

 

 

 

PROGRAM STUDI DIV KEPERAWATAN GIGI

JURUSAN KEPERAWATAN GIGI

POLTEKNIK KESEHATAN KEMENKES SEMARANG

TAHUN 2020


HALAMAN PERSETUJUAN

 

Proposal kegiatan Praktek Kerja Lapangan ini merupakan bentuk Upaya Kesehatan  Bersumber Masyarakat di Desa Tosaran yang akan dilaksanakan pada tanggal 28 September sampai dengan 6 November 2020. Laporan ini disetujui pada tanggal 6 November 2020.

 

Pelaksana kegiatan :

Nama              : Takhafatul Falasifa

NIM                 : P1337425217049

 

                                                                                           Semarang, 6 November 2020

                         MENGETAHUI

                     Ketua Program Studi                                  Dosen Pembimbing           

                    DIV Keperawatan Gigi                                                                                                   

 

 

                     Salikun, S.Pd, M,Kes                                Irmanita Wiradona, S.Si.T, M.Kes

                NIP. 196204061988031002                                NIP.197911152005012005     

 


 

BAB I

PENDAHULUAN

 

A.    LATAR BELAKANG

Untuk dapat mewujudkan tujuan pembangunan kesehatan tidak hanya menjadi tanggung jawab semata dari pemerintah dan tenaga kesehatan saja, tetapi merupakan tanggung jawab seluruh lapisan masyarakat, hal ini sesuai dengan kebijakan menteri kesehatan yang termuat dalam keputusan menteri kesehatan RI Nomor 374/Men.Kes/SK/V2009 tentang Sistem Kesehatan Nasional Bentuk dan Cara Pembangunan Kesehatan.

Salah satu bentuk kegiatan dalam upaya meningkatkan pembangunan dibidang kesehatan khususnya kesehatan gigi dan mulut. Permasalahan kesehatan gigi yang terjadi di masyarakat yaitu angka karies 45,3% hasil Riskesdas 2018 (Kemenkes RI,2018) Kondisi tersebut menunjukan kualitas status kesehatan gigi yang masih rendah dan perlu kiranya dilakukan berbagai upaya pencegahan baik dengan cara menyikat gigi pada saat yang tepat/ pola hidup sehat di bidang, ataupun dengan cara lain yaitu pemberdayaan masyarakat.

UKBM (Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat) adalah program pemberdayaan masyarakat yang bertujuan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat khususnya balita, batita, ibu hamil, ibu menyusui, lansia, PUS/WUS, remaja, untuk mempermudah penilaian maka kami menyusun cara menentukan strata UKBM, yang nanti dapat digunakan oleh petugas kesehatan ataupun kader kesehatan dalam menentukan strata UKBM. UKBM merupakan salah satu upaya (program) yang dikembangan oleh Departemen Kesehatan, yang mempunyai tujuan untuk memotivasi masyarakat agar mau dan mampu untuk hidup sehat secara mandiri.

Untuk membantu pemerintah dalam upaya promotif dan preventif di bidang kesehatan gigi dan mulut melalui peningkatan peran serta masyarakat dalam pembangunan kesehatan dengan cara melakukan refresing kader kesehatan gigi dan mulut ataupun membentuk kader kesehatan baru dalam wadah UKGM ( Usaha Kesehatan Gigi masyarakat ).

Berdasarkan survey yang telah dilaksanakan pada dasawisma RT 02 RW 02 Desa Tosaran didapatkan bahwa 70% masyarakat memiliki sikap dan keterampilan yang cukup baik dalam menjaga kesehatan gigi.  Oleh karena itu, untuk lebih meningkatkan sikap dan keterampilan masyarakat agar menjadi lebih baik perlu dilakukan upaya pemberdayaan masyarakat melalui hal-hal yang paling mendasar. Hal ini diharapkan agar lebih memotivasi para warga.  sehingga kami selaku mahasiswi kesehatan gigi dan mulut dari Poltekkes Semarang ingin melaksanakan sebuah program pemberdayaan masyarakat yang diwujudkan dalam sebuah kegiatan “ Pelatihan Kader Kesehatan Gigi dan Mulut Desa Tosaran “ yang sekiranya diharapkan dapat menghidupkan kembali semangat dan pengetahuan tentang kesehatan gigi dan mulut pada kader kesehatan gigi dan mulut di Desa Tosaran.

 

B.    MASALAH

1.    Data Masalah

a.    Dari 10 KK berdasarkan survey pengetahuan memiliki pengetahuan yang baik, akan tetapi masyarakat cenderung salah dalam menjawab salah satu soal terkait dengan penyebab gigi berlubang

b.    Dari 10 KK terkait sikap mengenai kesehatan gigi dan mulut, masyarakat sering mengabaikan dan enggan untuk dilakukan upaya perawatan yang terdiri dari 7 KK dengan sikap yang cukup baik

c.    Dari 10 KK , terdapat 7 KK yang cukup terampil dan 2 KK kurang terampil dalam mengatasi masalah kesehatan gigi.

 

2.    Identifikasi Masalah

a.    Sebagian besar masyarakat masih belum tahu mengenai jenis-jenis penyakit gigi dan mulut

b.    Masyarakat kurang termotivasi untuk menjaga kesehatan giginya

c.    Belum adanya kader kesehatan gigi pada wilayah tersebut

 

3.    Prioritas Masalah

a.    Prioritas I                      = Sikap

b.    Prioritas II                     = Keterampilan

c.    Prioritas III                    = Pengetahuan

 

C.   TUJUAN

1.    Umum

Mampu meningkatkan pengetahuan, sikap dan ketrampilan dalam penanganan

permaslahan kesehatan gigi di masyarakat.

2.    Khusus

a.    Mampu melatih kader di lingkungan setempat

b.    Mampu meningkatkan pengetahuan kader tentang kesehatan gigi

c.    Mampu meningkatkan sikap kader tentang kesehatan gigi

d.    Mampu meningkatkan keterampilan kader tentang kesehatan gigi


 

D.   NAMA  DAN SASARAN KEGIATAN

Nama Kegiatan

Sasaran

Pemeriksaan kesehatan gigi

10 KK / 1 dasawisma

Penyuluhan Kesehatan Gigi

10 KK/ 1 dasawisma

Pelatihan Kader Kesehatan gigi

Perwakilan 10 orang

 

E.    WAKTU DAN TEMPAT KEGIATAN

Nama Kegiatan

Waktu

Tempat Pelaksanaan

Pemeriksaan kesehatan gigi

13 – 14 Oktober 2020

Rumah masing-masing

Penyuluhan Kesehatan Gigi

20 Oktober 2020

Balai pertemuan warga

Pelatihan Kader Kesehatan gigi

27 Oktober 2020

Rumah Pelaksana Pelatihan

 

F.    PENGORGANISASIAN

Panitia penyelenggara dibentuk untuk mendukung pelaksanaan kegiatan Praktik Kerja Lapangan. Struktur organisasi Panitia penyelenggara yaitu sebagai berikut :

1.    Pelindung :

a.    Ketua Jurusan Keperawatan Gigi

b.    Kepala Puskesmas Kedungwuni I

c.    Ketua Prodi DIV Keperawatan Gigi

  1. Penanggungjawab      : a. Ketua RT 02/02 Desa Tosaran

                                            b. Pembimbing PKL

              Pelaksana                 : Takhafatul Falasifa

              NIM                          : P1337425217049


 

BAB II

KEGIATAN

 

A.    KEGIATAN

Berdasarkan survey yang telah dilakukan didapatkan daftar masalah yang akan diatasi. Kemudian dilanjutkan dengan memaparkan masalah yang didapat kepada dasawisma yang ikut berpartisipasi dalam survey. Yang selanjutnya akan didapatkan rencana kegiatan yang akan dilakukan untuk mengatasi masalah berdasarkan kesepakatan yang telah dilaksanakan dalam proses MMD.

Setelah dilaksanakan MMD kemudian dilanjutkan dengan penyuluhan kesehatan gigi. Pada tahap ini penyuluh telah menyiapkan materi yang akan disampaikan kepada dasawisma yang terlibat.

Kemudian, melakukan pelatihan kader terhadap perwakilan 10 orang yang terdiri dari ibu T, kadr kesehatan, dan ibu muda di lingkungan sekitar tempat tinggal. Para calon kader diberikan mater terkait dengan simulasi pengisian kartu KMGS dan KASIH.

Selanjutnya melakukan monitoring terhadap perilaku masyarakat setelah dilakukan kegiatan penyuluhan. Untuk kegiatan Evaluasi meliputi Tanya jawab setelah penyuluhan selesai, terkait materi yang telah disiapkan.

 

B.    METODE

Metode yang dilakukan untuk pemeriksaan kesehatan gigi adalah dilakukan secara langsung door to door. Untuk penyuluhan kesehatan gigi dilaksanakan setelah melakukan advokasi dengan ketua RT setempat yang kemudian di lanjutkan dengan sosialisasi. Setelah mendapatkan persetujuan, penyuluhan dilakukan dengan metode ceramah dan tanya jawab. Selanjutnya, kegiatan Pelatihan Kader dilakukan dengan metode diskusi dan tanya jawab terhadap perwakilan yang terpilih.

 

C.   PROSEDUR KEGIATAN

1.    Melakukan Advokasi dengan ketua RT 02/02 Desa Tosaran

2.    Melakukan survei untuk mendapatkan data.

3.    Melakukan musyawarah dengan dasawisma terkait data yang telah di dapatkan

4.    Melakukan Penyuluhan Kesehatan gigi pada dasawisma yang dijadikan responden

5.    Melakukan kegiatan pelatihan kader kepada perwakilan yang terpilih, yang sesuai dengan kriteria yang telah ditentukan.

6.    Monitoring dan evaluasi terhadap kegiatan yang telah dilaksanakan melalui tenya jawab yang diberikan secara langsung

 

 

D.   ANGGARAN

1.    Rencana anggaran kegiatan

No

Nama Kegiatan

Nama Barang

Jumlah Barang

Harga perunit

JumlahHarga

1.

Pemeriksaan Gigi

Print instrumen

 

10

Rp 2.000

Rp 20.000

2.

Media

Flipchart

1

Rp.20.000

Rp 75.000

Poster

1

Rp. 5.000

Model 3D

1

Rp. 50.000

3.

Lain-lain (Konsumsi, dsb...)

 

 

 

Rp. 100.000

Total

Rp. 195.000

 

2.    Sumber Anggaran Kegiatan

No.

Sumber Anggaran

Pemasukan

1.

Dana Pribadi

Rp. 200.000

Total

Rp. 200.000

 

E.    Hambatan

Dalam melaksanakan kegiatan hambatan yang paling sering dijumpai adalah pada saat menetukan waktu untuk dilaksanakan kegiatan. Selain itu, juga beberapa responden menolak untuk dilakukan dokumentasi. Sehingga harus membujuk pasien untuk mau dilakukan dokumentasi.

Akan tetapi, hambatan tersebut tidak terlalu berpengaruh, karena kegiatan dapat berjalan sesuai dengan tujuan yang telah direncanakan meskipun harus beberapa kali merubah jadwal.

 

F.    MATRIK KEGIATAN KELOMPOK PELAKSANA

1.    Pemeriksaan Gigi

Hari, Tanggal

Tempat

Waktu

Kegiatan

Penanggung Jawab

Selasa, 13 Oktober 2020

Rumah masing-masing

09.00-11.30

Persiapan dan pemeriksaan

Pelaksana

Rabu, 14 Oktober 2020

Rumah masing-masing

09.00-11.30

Lanjut Pemeriksaan

 

2.    Penyuluhan Kesehatan Gigi

Hari, Tanggal

Tempat

Waktu

Kegiatan

Penanggung Jawab

Selasa, 20 Oktober 2020

Balai Pertemuan Warga

09.00-09.30

Persiapan

Pelaksana

09.30-09.40

Pembukaan

09.40-10.00

Penyampaian materi 1

10.00-10.15

Penyampaian materi 2

10.15-10.35

Penyampaian materi 3

10.35-10.50

Diskusi dan tanya jawab

10.50-11.00

Penutup

 

3.    Pelatihan Kader

Hari, Tanggal

Tempat

Waktu

Kegiatan

Penanggung Jawab

Selasa, 27 Oktober 2020

Rumah Pelaksana

19.00-19.15

Persiapan

Pelaksana

19.15-19.25

Pembukaan

19.25-19.50

Penyampaian materi 1

19.50-20.15

Penyampaian materi 2

20.15-20.40

Penyampaian materi 3

20.40-20.55

Diskusi dan tanya jawab

20.55-21.00

Penutup

 

 


 

BAB III

PENUTUP

 

A.   Kesimpulan

Demikian laporan ini disusun sebagai penulisan hasil kegiatan pemberdayaan masyarakat di Desa Tosaran RT 02 RW 02, Kecamatan Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan. Kegiatan ini berjalan dengan lancar dan berhasil. Karena terjadinya peningkatan perilaku masyarakat tentang kesehatan gigi dan mulut dibuktikan dengan sasaran yang mampu menjawab pertanyaan setelah penyuluhan dan melakukan demonstrasi kembali sesuai dengan yang telah pelaksana ajarkan. Dan sudah diadakannya pelatihan kader serta terjadinya peningkatan perilaku kader tentang kesehatan gigi dan mulut dibuktikan melalui kader yang turut serta dalam mengisi simulasi KMGS dan KASIH.

 

B.   Saran

1.    Untuk Kepala Desa Tosaran

Agar disediakan tempat untuk pemeriksaan gigi dan mulut pada saat diadakan posyandu balita, ibu hamil, maupun lansia.

2.    Untuk kader

Agar selalu memberikan edukasi kepada masyarakat tentang kesehatan gigi dan mulut.

3.    Untuk sasaran

Agar selalu menjaga kesehatan gigi dan mulut dan menerapkan saran yang diberikan oleh pelaksana.




Demikian laporan yang dapat saya berikan, semoga kedepannya bisa bermanfaat untuk kita semua ^.^